Perkuat Ketahanan Keluarga, SMK Pariwisata Metland School Gelar Daurah Samara Kedua Dengan Tema Konsep Keluarga Qurrota A’yun Menuju Jalan Ketaqwaan
Dalam upaya membangun sinergi spiritual antara sekolah dan keluarga, SMK Pariwisata Metland School sukses menyelenggarakan kajian Daurah Samara (Sakinah, Mawaddah, Warahmah) edisi kedua pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mengangkat tema inspiratif: “Konsep Keluarga Qurrota A’yun Menuju Jalan Ketaqwaan.”
Acara kali ini menghadirkan tokoh ulama terkemuka, K.H. Luqman Hakim, sebagai pemateri utama. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas urgensi membangun rumah tangga yang tidak hanya harmonis secara lahiriah, tetapi juga kokoh secara batiniah sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.
“Keluarga Qurrota A’yun adalah mereka yang pandangannya menyejukkan hati karena ketaatannya kepada Allah. Dari keluarga seperti inilah akan lahir generasi tangguh yang memiliki adab dan kecerdasan emosional yang stabil,” ujar K.H. Luqman Hakim di hadapan para peserta. Pelaksanaan Daurah Samara ini diikuti secara antusias oleh berbagai elemen keluarga besar SMK Pariwisata Metland School, di antaranya:
Orang Tua Murid: Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan karakter anak di rumah.
Dewan Guru: Guna memperkuat integritas dan keteladanan dalam mendidik.
Karyawan Sekolah: Untuk menciptakan lingkungan kerja yang religius dan penuh kekeluargaan.
Kepala SMK Pariwisata Metland School menyampaikan bahwa agenda rutin ini bukan sekadar kajian biasa, melainkan wadah silaturahmi sekaligus pembekalan bagi orang tua dalam menghadapi tantangan zaman. Diharapkan, adanya keselarasan visi antara sekolah dan orang tua dapat membantu siswa mencapai prestasi yang berlandaskan nilai-nilai ketaqwaan.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Dengan suksesnya pelaksanaan Daurah Samara kedua ini, Metland School kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang pariwisata, tetapi juga memiliki akar spiritual yang kuat.